BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Definisi Senam Hamil
Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk menjaga stamina dan kebugaran ibu selamakehamilan. Dan mempersiapkan ibu, secara fisik maupun mental untuk menghadapi persalinan dengan cepat dan optimal.
B. Tujuan senam hamil
1. Untuk mengurangi dan mencegah timbulnya gejala-gejala yang mengganggu selama masa kehamilan seperti sakit pinggang, bengkak kaki, dll.
2. Mengurangi ketegangan otot-otot sendi sehingga mempermudah kelahiran.
C. Manfaat senam hamil
· Melatih sikap tubuh guna menghindari atau meringankan keluhan-keluhan seperti sakit pinggang dan punggung, konstipasi, bengkak pada kaki, varises vena, dan cepat lelah.
· Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan.
· Mengurangi kecemasan dan ketegangan selama kehamilan
· Membuat tubuh lebih rileks sehingga akan membantu mengurangi stres dan rasa sakit ketika bersalin.
· Melatih berbagai tehnik pernafasan yang penting agar persalinan dapat berjalan lancar dan lebih cepat
· Memperlancar persalinan normal secara fisik dan mental
· Meningkatkan mood dan pola tidur ibu
· Mempercepat penurunan berat badan ibu setelah melahirkan
D. Syarat mengikuti senam hamil
Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti senam hamil. Menurut Mochtar (1998), syarat tersebut antara lain:
1. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
2. La0tihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu.
3. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
4. Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam hamil.
E. Waktu Pelaksanaan Senam Hamil
Sangat dianjurkan untuk mengikuti senam hamil pada saat usia kehamilan mencapai 6 bulan keatas, kecuali bila ada kelainan-kelainan tertentu pada kehamilan. Oleh karena itu ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan.
F. Tanda dan Gejala Senam Hamil Harus Dihentikan
Menurut Hening (1992), ada beberapa tanda dan gejala senam hamil harus dihentikan, antara lain:
1. Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada persendian.
2. Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20 menit).
3. Perdarahan pervaginam, keluarnya cairan ketuban.
4. Nafas pendek yang berlebihan.
5. Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).
6. Mual dan muntah yang menetap.
7. Kesulitan jalan.
8. Pembengkakan yang menyeluruh.
9. Aktifitas janin yang berkurang.
G. Kontra Indikasi Senam Hamil
Ada beberapa kontra indikasi senam hamil yang harus diperhatikan, antara lain:
1.Kontra Indikasi Absolute atau Mutlak
Bila seorang wanita hamil mempunyai penyakit jantung, penyakit paru, serviks inkompeten, kehamilan kembar, riwayat perdarahan, pervaginam pada trimester II dan III, kelainan letak plasenta, seperti plasenta previa, preeklamsi maupun hipertensi.
2.Kontra Indikasi Relative
Bila seorang ibu hamil menderita anemia berat, irama jantung tidak teratur, paru bronchitis kronis, riwayat DM, obesitas, terlalu kurus, penyakit dengan riwayat operasi tulang ortopedi, dan perokok berat.
3.Segera menghentikan senam hamil
Bila terjadi gejala perdarahan pervaginam, sesak saat senam, sakit kepala, nyeri dada, nyeri otot, gejala kelahiran premature, penurunan gerakan bayi intra uterin (Adi Wiyono, 2004).
H. Gerakan senam hamil
Ø Senam untuk kaki
1. Duduklah dengan kaki diluruskan ke depan dengan tubuh bersandar tegak lurus (rileks).
2. Tarik jari-jari kaki ke arah tubuh secara perlahan-lahan lalu lipat ke depan.
3. Lakukan sebanyak 10 kali, perhitungan sesuai gerakan.
4. Tarik kedua telapak kaki kearah tubuh secara perlahan-lahan dan dorong kedepan.lakukan sebanyak 10 kali, perhitungan sesuai gerakan.
Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.


Ø Senam duduk bersila
1. Duduklah bersila.
2. Letakkan kedua telapak tangan diatas lutut.
3. Tekan lutut ke bawah dengan perlahan-lahan.
4. Lakukan sebanyak 10 kali. Lakukan selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari.
Kegunaan :untuk Merenggangkan tekanan pada pinggul sehingga pinggul menjadi relaks dan tidak nyeri.
Ø Senam untuk pinggang ( posisi terlentang )
1. Tidurlah terlentang dan tekuklah lutut jangan terlalu lebar, arah telapak tangan ke bawah dan berada disamping badan.
2. Angkatlah pinggang secara perlahan.
3. Lakukan sebanyak 10 kali.
Ø Senam untuk pinggang ( posisi merangkak )
1. Badan dalam posisi merangkak.
2. Sambil menarik nafas angkat perut berikut punggung ke atas dengan wajah menghadap ke bawah membentuk lingkaran.
3. Sambil perlahan-lahan mengangkat wajah hembuskan nafas, turunkan punggung kembali dengan perlahan.
4. Lakukanlah sebanyak 10 kali.
Kegunaan: untuk Mengendurkan setiap sendi-sendi yang kaku dan sakit akibat bertambahnya beban pada ibu hamil.
Ø Senam dengan satu lutut
1. Tidurlah terlentang, tekuk lutut kanan.
2. Lutut kanan digerakkan perlahan ke arah kanan. Lalu kembalikan.
3. Lakukanlah sebanyak 10 kali.
4. Lakukanlah hal yang sama untuk lutut kiri.
Ø Senam dengan kedua lutut.
1. Tidurlah terlentang, kedua lutut ditekuk dan saling menempel.
2. Kedua tumit dirapatkan, kaki kiri dan kanan saling menempel.
3. Kedua lutut digerakkan perlahan-lahan kearah kiri dan kanan.
4. Lakukan sebanyak 8 kali.